Archive for the 'Referensi Buku' Category
The Powers To Lead
Di buku karya Joseph.S.Nye ini memaparkan mengenai kepemimpinan secara lembut nan cerdik dan juga beberapa kelebihan dan juga membandingkan antara kepemimpinan secara lembut dan keras di dalamnya. Pemimpin bukanlah penguasa yang hanya menguasai tapi lebih pada membimbing suatu komunitas/ masyarakat menuju kehidupan yang tentram dan makmur. Pemimpin yang hanya ingin memakmurkan masyarakatnya dengan segala cara hanya akan memberikan petaka seperti yang terjadi belakangan ini di Negara Amerika Serikat yang telah dipimpin oleh George.W.Bush yang sekarang sedang berjuang dari krisis. Kekerasan dalam memimpin hanya akan memberikan ketakutan dan teror pada masyarakat dan juga membuat negara menghabiskan biaya besar. Hal ini berlangsung di Amerika karena mereka mengirim pasukannya untuk memberantas teroris di negara-negara yang sebenarnya hanya ingin dikuasai minyaknya oleh Amerika Serikat. Itu merupakan sebagian dari contoh kekuasaan secara keras yang diterapkan oleh pemerintahan Amerika Serikat dalam hubungan luar negeri nya. Mempertahankan kekuasaan tidaklah harus dengan kekerasan tetapi dengan menggunakan kepemimpinan lembut tapi cerdik, dengan berwujud jalan diplomasi, dialog, dan negoisasi. Banyak yang memandang bahwa cara ini akan menunjukkan kelemahan di pihak negoisator tapi yang perlu digarisbawahi adalah sebuah win-win solution yang dapat menguntungkan kedua belah pihak dan inilah inti dari kepemimpinan secara lembut. Kepemimpinan cerdik dengan mekanisme umpan-balik yang tepat, bisa menggeser gaya kepemimpinan yang sekarang bertumpu pada kekuasaan / kepemimpinan keras kepada kepemimpinan lembut. Tidak lagi diperlukan gertakan, ancaman, atau memasang muka seram hanya untuk mempertahankan kekuasaan. Melainkan cukup menunjukkan rasa empati yang tulus, sikap simpati, dan dialog emansipatori. Dari buku yang telah saya baca ada beberapa yang masih menjadi pertanyaan menggantung karena dari sekian banyak penjelasan yang saya pikirkan adalah sistem kekuasaan ini masih belum bisa diterapkan di Indonesia, bukan dengan maksud untuk mempertahankan kekuasaan tapi lebih kepada mendidik instansi-instansi pemerintahan yang sampai saat ini masih diselimuti oleh tindakan KKN yang belum bisa dicabut akar-akarnya karena sudah mendarahdaging sampai generasi selanjutnya. Menurut pendapat saya kekerasan gaya keras perlu diterapkan di Indonesia karena sampai saat ini para Koruptor yang sudah tertangkap ataupun belum masih bisa tertawa di balik kesusahan mereka dan juga kesusahan rakyat Indonesia ini. Buku yang pantas dibaca untuk seseorang yang ingin meningkatkan skill memimpinnya karena bermanfaat untuk menambah cara berpikir untuk mengatasi anak buah yang kurang bisa dipimpin.
Hidup itu Indah (Life is Beautiful), Sebuah Jendela untuk Melihat Dunia
Life is Beautiful atau Hidup itu Indah. Hidup yang indah adalah suatu kenyataan, sesuatu yang real, sesuatu yang bisa kita nikmati setiap hari bahkan setiap saat. Jangan menyamakan hidup yang indah dengan memiliki uang yang banyak. Banyak orang yang memiliki harta banyak tapi tidak dapat merasakan keindahan hidup ini. “Bagaimana bisa indah kalau hidup senantiasa diwarnai ketakutan, ketidaktentraman dan berbagai kecemasan? Keindahan hidup sebenarnya tidaklah ditentukan oleh sesuatu itu sendiri tetapi pada cara memandang pada jendela yang kita gunakan untuk melihat dunia.” (Arvan Pradiansyah) Menikmati hidup semestinya tidak sulit. Dibuat mudah saja. Namun mengapa saat ini banyak orang yang mengeluh dan sangat sulit sepertinya dalam menikmati hidup? Benarkah hidup itu indah? Dimata seorang wanita tua, yang terjadi justru sebaliknya: Hidup begitu menyedihkan! Wanita ini menangis kala hujan maupun panas. Seorang lelaki merasa iba dan bertanya “Mengapa ibu menangis?” Wanita itu menjawab, “Aku punya dua putri, yang sulung menjual sepatu kain dan yang bungsu menjual payung. Bila hujan turun, aku sedih memikirkan putri sulungku yang sepatu kainnya tak laku. Sebaliknya bila hari panas, aku sedih memikirkan putri bungsuku yang payungnya tidak laku.” Mendengar hal itu lelaki tadi berkata “Sekarang coba pikirkan yang sebaliknya, kalau hujan turun pikirkan putri bungsumu, pasti payungnya banyak terjual. Sebaliknya bila hari panas pikirkan putri sulung ibu, bukankah sepatu kainnya akan laris terjual” Wanita itu mendengarkan nasihat itu dengan sungguh-sungguh dan sejak itu ia tak pernah menangis lagi.. Ia selalu bersyukur dan tertawa setiap saat. Sebuah perubahan besar akan terjadi kalau kita mengubah cara kita melihat dunia. Dengan gaya bercerita dan bertutur yang inspiratif dimana kita dihadapkan dalam contoh tentang bagaimana hidup itu sebenarnya terasa indah dan tentram sebagaimana kita menyikapinya. Seperti halnya saat kita masih kanak-kanak dahulu banyak hal kecil yang kita lihat dan rasakan adalah sesuatu yang indah dan bagaimana disaat kita telah dewasa sering melupakan bahwa keindahan tidak haruslah sesuatu yang besar. Seperti yang pernah saya katakan makna apa di balik lagi Louis Armstrong – What a Wonderful World. Sekian dan terima kasih….. Fyuh selesai juga satu tulisan, kembang kempis nungguin inetan lancar…. Hehehe.
Buku Meminta dan Mencinta
Salah satu buku yang saya baca selama beberapa hari ini bertapa dan menyendiri dalam sepinya diri karena di tinggal sang inetan pergi entah kemana. Buku Meminta dan Mencinta yang memberikan saya inspirasi untuk lebih mengenal bagaimana berdekatan dengan Sang Khalik dan memberikan pencerahan tentang bagaimana cara beribadah yang baik. Sama seperti hal nya buku lain yang pernah saya baca, buku meminta dan mencinta ini menuntun kita agar ibadah tidak lagi menjadi sekadar kewajiban atau karena takut terhadap siksa akhirat, melainkan sebagai wahana untuk menumbuhkan kemuliaan jiwa, ketenteraman batin, kesuksesan hidup, dan kebahagiaan manusia sebagai hamba Allah. Dengan gaya ungkap yang dialogis dan memandu, ibadah-ibadah ritual shalat, doa, zikir, haji, dan membaca Quran diulas tuntas tata pelaksanaan, keutamaan, dan manfaatnya, sedemikian rupa sehingga pembaca menyadari betapa semua itu adalah hadiah dan anugerah Allah bagi hamba-Nya yang beriman. Salah satu bab dalam buku meminta dan mencinta ini yang paling saya sering untuk membacanya adalah dimana kita meminta dan berdoa atas sebuah pilihan dan meminta petunjuk atas segala kebimbangan hati yang mengelayuti setiap pergerakan jiwa ini. Buku meminta dan mencinta ini selalu memberikan inspirasi bagiku untuk lebih baik dalam menjalankan Perintah-Nya dan Menjauhi segala larangan-Nya karena setiap muslim pasti mengharapkan bahwa di akhir hayatnya bisa meninggal dengan keadaan Khusnul Khotimah. Sebagai penutup di akhir kata saya hanya bisa mengucapkan Terima Kasih atas segala yang telah engkau Berikan atas Rahmat dan Hidayah-Mu aku bisa berdiri dan bernafas hingga saat ini disini, semoga aku selalu di ingatkan bilamana aku menjauh dari diri-Mu. Amin ya Robbal Allamin.


